Kota Palembang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kota Palembang

كوتا ڤاليمبڠ
Ibu kota provinsi Sumatra Selatan, Indonesia
Jembatan Ampera (جمبتن أمڤيرا)
Jembatan Ampera
(جمبتن أمڤيرا)
Lambang resmi Kota Palembang
Lambang
Julukan: 
Kota Pempek (كوتا ڤيمڤيق)
Motto: 
Palembang EMAS (ڤاليمبڠ امس)
Julukan: Bumi Sriwijaya (بومي سريويجايا)
Lokasi Sumatera Selatan Kota Palembang.svg
Kota Palembang is located in Sumatra Selatan
Kota Palembang
Kota Palembang
Kota Palembang is located in Sumatra
Kota Palembang
Kota Palembang
Kota Palembang is located in Indonesia
Kota Palembang
Kota Palembang
Koordinat: 2°59′00″S 104°45′52″E / 2.9833°S 104.7644°E / -2.9833; 104.7644
Negara Indonesia
ProvinsiSumatra Selatan
Tanggal peresmian17 Juni 683; 1338 tahun lalu (683-06-17)
Pemerintahan
 •  Wali KotaH. Harnojoyo, S.Sos
 •  Wakil Wali KotaFitrianti Agustinda
Luas
 • Total400,61 km2 (15,468 sq mi)
Ketinggian
3 m (10 ft)
Populasi
 (2020)
 • Total1.668.848 jiwa
 • Kepadatan4.166/km2 (10,790/sq mi)
Demografi
 • AgamaIslam 88,95%
Kristen 5,95
Protestan 3,76%
Katolik 2,19%
Buddha 4,75%
Hindu 0,32%
 • BahasaMelayu Palembang, Lampung-Komering, Melayu Tengah, Melayu Ogan, Indonesia, Jawa, Sunda, Batak, Minang, Sunda Banten
Zona waktuWIB (UTC+07:00)
Kode telepon+62 711
Kode Kemendagri16.71 Edit the value on Wikidata
Kode SNIPLG
Jumlah kecamatan18
Jumlah kelurahan107
DAURp. 1.367.948.054 (2020)[3]
IPMPenurunan 78,33  Tinggi  (2020)
Kenaikan 78,44  Tinggi  (2019)[4]
Bandar udaraBandara Sultan Mahmud Badaruddin II
PelabuhanPelabuhan Boom Baru
Situs webwww.palembang.go.id

Kota Palembang (Jawi: كوتا ڤاليمبڠ) adalah ibu kota provinsi Sumatera Selatan. Palembang adalah kota terbesar kedua di Sumatra setelah Medan. Kota dengan luas wilayah 400,61 km²[5] ini dihuni oleh lebih dari 1,6 juta penduduk pada 2020.[6] Kota Palembang juga kota terpadat di Sumatra, setelah Medan, kota terpadat kelima di Indonesia setelah Metropolitan Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung, dan kesembilan belas di Asia Tenggara. Kota Palembang dan beberapa kabupaten tetangganya (Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Ogan Ilir, dan Kabupaten Ogan Komering Ilir) dikembangkan sebagai wilayah metropolitan baru di Indonesia dengan kawasan yang disebut Patungraya Agung atau Palembang Raya.[7][8]

Sejarah Palembang yang pernah menjadi ibu kota kerajaan bahari Buddha terbesar di Asia Tenggara pada saat itu, Kerajaan Sriwijaya, yang mendominasi Nusantara dan Semenanjung Malaya pada abad ke-9 juga membuat kota ini dikenal dengan julukan "Bumi Sriwijaya". Berdasarkan prasasti Kedukan Bukit yang ditemukan di Bukit Siguntang sebelah barat Kota Palembang yang menyatakan pembentukan sebuah wanua yang ditafsirkan sebagai kota pada tanggal 16 Juni 683 Masehi menjadikan kota Palembang sebagai kota tertua di Indonesia. Di dunia Barat, kota Palembang juga dijuluki Venice of the East ("Venesia dari Timur").

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Lambang Palembang pada zaman penjajahan Belanda

Asal usul nama Palembang mempunyai beberapa versi. Salah satu versi adalah pada saat penguasa Sriwijaya mendirikan sebuah Wanua (kota) yang sekarang dikenal dengan Kota Palembang; Topografi kota Palembang dikelilingi oleh air bahkan terendam oleh air. Air tersebut bersumber dari anak sugai maupun rawa bahkan menurut data statistik 1990, Palembang masih terdapat 50% tanah yang tergenang oleh air (rawa). Berkemungkinan karena kondisi topografi inilah nenek moyang orang Palembang menamakan kota ini sebagai Pa-lembang dalam bahasa Melayu yang bermakna Pa atau Pe sebagai suatu tempat atau keadaan dan Lembang atau Lembeng artinya tanah yang rendah, lembah akar yang membengkak karena lama terendam air (menurut kamus bahasa melayu), sedangkan menurut bahasa Melayu-Palembang, lembang atau lembeng adalah genangan air. Jadi Palembang adalah suatu tempat yang digenangi oleh air. [9]

Salah satu versi yang lain juga mengaitkan Palembang dengan kata dalam bahasa Jawa, "limbang", yang berarti membersihkan biji atau logam dari tanah atau benda-benda luar lain. Pemisahan dilakukan dengan bantuan alat berupa keranjang kecil untuk mengayak tanah berkandungan logam atau biji di aliran sungai. "Pa" adalah kata depan yang dipakai orang Jawa untuk menunjuk suatu tempat berlangsungnya usaha atau keadaan. Versi ini terkait erat dengan peran Palembang pada masa lalu sebagai tempat mencuci emas dan biji timah. Versi lain menghubungkan Palembang dengan kata "lemba", yang berarti tanah yang dihanyutkan air ke tepi.[10]

Kota ini dianggap sebagai salah satu pusat dari kerajaan Sriwijaya,[11] Serangan Rajendra Chola dari Kerajaan Chola pada tahun 1025, menyebabkan kota ini hanya menjadi pelabuhan sederhana yang tidak berarti lagi bagi para pedagang asing.[11]

Selanjutnya berdasarkan kronik Tiongkok nama Pa-lin-fong yang terdapat pada buku Chu-fan-chi yang ditulis pada tahun 1178 oleh Chou-Ju-Kua dirujuk kepada Palembang.[12][13]

Berdasarkan kisah Kidung Pamacangah dan Babad Arya Tabanan disebutkan seorang tokoh dari Kediri yang bernama Arya Damar sebagai bupati Palembang turut serta menaklukan Bali bersama dengan Gajah Mada Mahapatih Majapahit pada tahun 1343.[14]

Pada awal abad ke-15, kota Palembang diduduki perompak Chen Zuyi yang berasal dari Tiongkok. Armada bajak laut Chen Zuyi kemudian ditumpas oleh Laksamana Cheng Ho pada tahun 1407.[15]

Kemudian sekitar tahun 1513, Tomé Pires seorang apoteker Portugis menyebutkan Palembang,[16] telah dipimpin oleh seorang patih yang ditunjuk dari Jawa yang kemudian dirujuk kepada kesultanan Demak serta turut serta menyerang Malaka yang waktu itu telah dikuasai oleh Portugis.

Palembang muncul sebagai kesultanan pada tahun 1659 dengan Sri Susuhunan Abdurrahman sebagai raja pertamanya.[17] Namun pada tahun 1823 kesultanan Palembang dihapus oleh pemerintah Hindia Belanda.[18] Setelah itu Palembang dibagi menjadi dua keresidenan besar dan permukiman di Palembang dibagi menjadi daerah Ilir dan Ulu.

Jembatan Ampera, ikon Kota Palembang.
Gambar Palembang pada tahun 1659

Pada tanggal 27 September 2005, Kota Palembang telah dicanangkan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono sebagai "Kota Wisata Air" seperti Bangkok di Thailand dan Phnom Penh di Kamboja. Tahun 2008 Kota Palembang menyambut kunjungan wisata dengan nama "Visit Musi 2008".

Palembang menjadi salah satu kota pelaksana pesta olahraga olahraga dua tahunan se-Asia Tenggara yaitu SEA Games XXVII Tahun 2011.

Pada tahun 2018, Palembang dan Jakarta menjadi tuan rumah olimpiade se-Asia yaitu Asian Games 2018.

Keadaan geografis[sunting | sunting sumber]

Letak geografis[sunting | sunting sumber]

Secara geografis, Palembang terletak pada 2°59′27.99″LS 104°45′24.24″BT. Luas wilayah Kota Palembang adalah 400,61 km², dengan ketinggian rata-rata 8 meter dari permukaan laut. Letak Palembang cukup strategis karena dilalui oleh jalan Lintas Sumatra yang menghubungkan antar daerah di Pulau Sumatra. Palembang sendiri dapat dicapai melalui penerbangan dari berbagai kota di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bandar Lampung, Bengkulu, Pangkal Pinang, Tanjung Pandan (via Pangkal Pinang), Jambi, Lubuk Linggau, Padang, Pekanbaru, Batam, Medan, dan Denpasar-Bali. Serta dari luar negeri yaitu Singapura, Kuala Lumpur, serta Jeddah (musim haji) Selain itu di Palembang juga terdapat Sungai Musi yang dilintasi Jembatan Ampera dan berfungsi sebagai sarana transportasi dan perdagangan antar wilayah.

Iklim dan topografi[sunting | sunting sumber]

Data iklim Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rekor tertinggi °C (°F) 34
(93)
46
(115)
42
(108)
37
(99)
42
(108)
37
(99)
39
(102)
38
(100)
37
(99)
38
(100)
37
(99)
35
(95)
46
(115)
Rata-rata tertinggi °C (°F) 30.8
(87.4)
31.2
(88.2)
31.5
(88.7)
32.1
(89.8)
32.4
(90.3)
31.9
(89.4)
31.8
(89.2)
32.1
(89.8)
32.5
(90.5)
32.6
(90.7)
31.9
(89.4)
31.1
(88)
31.83
(89.28)
Rata-rata harian °C (°F) 26.8
(80.2)
27.1
(80.8)
27.2
(81)
27.7
(81.9)
28.0
(82.4)
27.4
(81.3)
27.0
(80.6)
27.2
(81)
27.5
(81.5)
27.7
(81.9)
27.4
(81.3)
27.0
(80.6)
27.33
(81.21)
Rata-rata terendah °C (°F) 22.9
(73.2)
23.0
(73.4)
23.0
(73.4)
23.4
(74.1)
23.6
(74.5)
22.9
(73.2)
22.3
(72.1)
22.4
(72.3)
22.5
(72.5)
22.9
(73.2)
23.0
(73.4)
23.0
(73.4)
22.91
(73.22)
Rekor terendah °C (°F) 21
(70)
21
(70)
20
(68)
22
(72)
22
(72)
20
(68)
20
(68)
21
(70)
21
(70)
21
(70)
21
(70)
21
(70)
20
(68)
Presipitasi mm (inci) 277
(10.91)
262
(10.31)
329
(12.95)
263
(10.35)
213
(8.39)
122
(4.8)
104
(4.09)
107
(4.21)
120
(4.72)
186
(7.32)
274
(10.79)
366
(14.41)
2.623
(103,25)
Rata-rata hari hujan 25 21 23 23 20 14 14 15 19 24 25 25 248
% kelembapan 85 85 84 84 83 82 81 79 80 81 84 83 82.6
Rata-rata sinar matahari bulanan 169 118 130 150 174 127 130 149 118 160 132 120 1.677
Sumber #1: Climate-Data.org & Badan Pusat Statistik[19][20]
Sumber #2: Deutscher Wetterdienst[21][22]

Iklim Palembang merupakan iklim daerah tropis dengan angin lembap nisbi, kecepatan angin berkisar antara 2,3 km/jam - 4,5 km/jam. Suhu kota berkisar antara 23,4 - 31,7 derajat celsius. Curah hujan per tahun berkisar antara 2.000 mm - 3.000 mm. Kelembaban udara berkisar antara 75 - 89% dengan rata-rata penyinaran matahari 45%. Topografi tanah relatif datar dan rendah. Hanya sebagian kecil wilayah kota yang tanahnya terletak pada tempat yang agak tinggi, yaitu pada bagian utara kota. Sebagian besar tanah adalah daerah berawa sehingga pada saat musim hujan daerah tersebut tergenang. Ketinggian rata-rata antara 0 – 20 m dpl.

Pada tahun 2002 suhu minimum kota terjadi pada bulan Oktober 22,70C, tertinggi 24,50C pada bulan Mei. Sedangkan suhu maksimum terendah 30,40C pada bulan Januari dan tertinggi pada bulan September 34,30C. Tanah dataran tidak tergenang air: 49 %, tanah tergenang musiman: 15 %, tanah tergenang terus menerus: 37 % dan jumlah sungai yang masih berfungsi 60 buah (dari jumlah sebelumnya 108) sisanya berfungsi sebagai saluran pembuangan primer.

Toko di atas rakit di Palembang pada masa Hindia Belanda.

Tropis lembap nisbi, suhu antara 22,0-32,0 celcius, curah hujan 22–428 mm/tahun, pengaruh pasang surut antara 3-5 meter dan ketinggian tanah rata-rata 12 meter dpl. Jenis tanah kota Palembang berlapis alluvial, liat dan berpasir, terletak pada lapisan yang paling muda, banyak mengandung minyak bumi, yang juga dikenal dengan lembah Palembang - Jambi. Tanah relatif datar dan rendah, tempat yang agak tinggi terletak dibagian utara kota. Sebagian kota Palembang digenangi air, terlebih lagi bila terjadi hujan terus menerus.

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Wilayah Geografis {{|Centre = Kota Palembang |North = Kabupaten Banyuasin |Northeast = Kabupaten Banyuasin |East = Kabupaten Banyuasin |Southeast = Kabupaten Banyuasin |South = Kabupaten Ogan Ilir dan Kabupaten Muara Enim |Southwest = Kabupaten Muara Enim |West = Kabupaten Banyuasin |Northwest = Kabupaten Banyuasin}}

Arti lambang Kota Palembang[sunting | sunting sumber]

Lambang Kota Palembang

Bangunan Sirah yaitu rumah Palembang warna asli merah tua coklat dengan pinggiran keemasan berikut 2x (4+5) = 18 tanduk lembaran daun teratai. Ditengah atasan terdapat kembang melati yang belum mekar, berikut simbar yang melambangkan kerukunan kekeluargaan dan kesejahteraan Kota Palembang disegala zaman.

Puncak rebung warna kuning keemasan, melambangkan kemuliaan dan keagungan. Jumlah 8 buah, melambungkan bulan Agustus yang bersejarah, bulan Proklamasi yang mengingatkan perjuangan Kemerdekaan RI. Segitiga ialah sebuah Bukit yang termasyur di Palembang dengan nama BUKIT SIGUNTANG berwarna hijau berikut sinar keemasan, melambangkan tanggal 17 hari Proklamsi Kemerdekaan RI. Bukit Siguntang adalah tempat kesucian dimasa zaman purbakala yaitu diabad ke VII s/d XII terdapat kumpulan candi-candi, kuil-kuil dan Perguruan Tinggi dikunjungi oleh Pendeta-pendeta dan pelajar-pelajar di seluruh Asia.[23]

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Wali Kota[sunting | sunting sumber]

Pemerintahan Hindia Belanda (1920—1942)
No Wali Kota Awal jabatan Akhir jabatan Prd. Ket.
1
P. E. E. J. le
Cocq d'Armandville
1920
1929
1
[ket. 1]
2
Ir.
Richard Carl A. F. J. van
Lissa Nessel
1929
1934
2
3
FH van de Wetering.jpg Ds.
Frederik Hendrik van
de Wetering
1934
1938
3
4
Mr.
L. van Dijk
1938
1941
4
5
Mr.
P. H. M. Hildebrandt
1941
1942
5
Republik Indonesia (1945—sekarang)
No Wali Kota Awal masa jabatan Akhir masa jabatan Prd. Ket. Wakil Wali Kota
1
M.R. Sudarman Ganda Subrata.jpg Raden Hanan
1945
1947
6
2
R. Hanan.jpg Mr. Sudarman Ganda Subrata
1950
1954
7

_

R. A. Abusamah.jpg R. A. Abusamah
(Pejabat Sementara)
1954
1954
3
H. M. Ali Amin.jpg H.
M. Ali Hamin
S.H
1955
1960
8

_

MGS. H. A. Rachman.jpg MGS.
H. A. Rachman
(Pejabat Sementara)
1960
1962
9
4
Abdullah Kadir.jpg AKBP.
Abdullah Kadir
1962
1968
10
5
H. M. Rasyad Nawawi.jpg H.
M Rasyad Nawawi
1968
1970
11
6
RHA. Rifai Tjek Yan.jpg RHA. A. Rifai Tjek Yan
1970
1978
12
[ket. 2]
7
H. A. Dahlan.jpg Drs.
H. A. Dahlan
1978
1983
13
8
Kholil Aziz.jpg H.
Kholil Aziz
S.H
1983
1998
14
1988
1993
15
9
Drs. H. Husni, M.M.jpg Drs. H.
Husni
M.M
1993
2003
16
17
10 Eddy Santana Putra Walikota Palembang.jpg Ir. H.
Eddy Santana Putra
M.T
2003
2008
18
21 Juli 2008
21 Juli 2013
19
H.
Romi Herton
S.H, M.H
11
H.
Romi Herton
S.H, M.H
21 Juli 2013
9 Desember 2014
20
[24]
[ket. 3]
H.
Harnojoyo
S.Sos
Wali Kota Palembang Harnojoyo.jpg H.
Harnojoyo
S.Sos
9 Desember 2014
10 September 2015
[27]
12
10 September 2015
21 Juli 2018
[28]
Fitrianti Agustinda
(2016–)
Drs.
Harobin Mustofa
(Pelaksana Harian)
21 Juli 2018
6 Agustus 2018
[29]
Dr. H.
Akhmad Najib
S.H., M.Hum.
(Penjabat)
6 Agustus 2018
18 September 2018
[30]
(12)
Wali Kota Palembang Harnojoyo.png H.
Harnojoyo
S.Sos
18 September 2018
Petahana
21
[31]
Fitrianti Agustinda
Keterangan
  1. ^ Burgemeester Pertama Palembang
  2. ^ Penjabat dan Defenitif
  3. ^ Romi Herton ditahan oleh KPK pada 10 Juli 2014, kemudian dinonaktifkan sementara pada 9 Desember 2014, dan baru resmi diberhentikan pada 10 September 2015. Antara 9 Desember 2014 hingga 10 September 2015, Wakil Wali Kota Harnojoyo diangkat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Wali Kota.[25][26]

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kota Palembang dalam tiga periode terakhir.

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2009–2014[32] 2014–2019[33] 2019–2024[34]
  Demokrat 11 Penurunan 7 Kenaikan 9
  Gerindra (baru) 5 Steady 5 Kenaikan 8
  PDI-P 7 Kenaikan 9 Penurunan 7
  PKB 2 Kenaikan 5 Kenaikan 6
  PAN 2 Kenaikan 3 Kenaikan 6
  Golkar 7 Penurunan 6 Penurunan 5
  PKS 5 Penurunan 3 Kenaikan 5
  NasDem (baru) 5 Penurunan 3
  PPP 3 Penurunan 2 Penurunan 1
  Hanura (baru) 5 Penurunan 3 Penurunan 0
  PBB 0 Kenaikan 2 Penurunan 0
  Barnas 1
  PBR 1
  PPRN (baru) 1
Jumlah Anggota 50 Steady 50 Steady 50
Jumlah Partai 12 Penurunan 11 Penurunan 9

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kota Palembang memiliki 18 kecamatan dan 107 kelurahan (dari total 236 kecamatan, 386 kelurahan dan 2.853 desa di seluruh Sumatra Selatan). Pada tahun 2017, jumlah penduduknya sebesar 1.569.297 jiwa dengan luas wilayahnya 369,22 km² dan sebaran penduduk 4.250 jiwa/km².[35][36]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Palembang, adalah sebagai berikut:

Kemendagri Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Daftar
Kelurahan
16.71.15 Alang-alang Lebar 4
16.71.11 Bukit Kecil 6
16.71.12 Gandus 5
16.71.04 Ilir Barat I 6
16.71.01 Ilir Barat II 7
16.71.05 Ilir Timur I 11
16.71.06 Ilir Timur II 6
16.71.18 Ilir Timur III 6
16.71.17 Jakabaring 5
16.71.10 Kalidoni 5
16.71.09 Kemuning 6
16.71.13 Kertapati 6
16.71.14 Plaju 7
16.71.08 Sako 4
16.71.02 Seberang Ulu I 5
16.71.03 Seberang Ulu II 7
16.71.16 Sematang Borang 4
16.71.07 Sukarami 7
TOTAL 107

Kota Palembang dibagi ke dalam 18 kecamatan dan 107 kelurahan,[37] kecamatan-kecamatan tersebut yaitu:

Demografi[sunting | sunting sumber]

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Gadis Palembang

Penduduk Palembang merupakan etnis Melayu dan menggunakan Bahasa Melayu yang telah disesuaikan dengan dialek setempat yang kini dikenal sebagai Bahasa Melayu Palembang. Namun para pendatang luar kota Palembang sering kali menggunakan bahasa daerahnya sebagai bahasa sehari-hari, seperti bahasa Komering-Lampung, Melayu Rawas, Melayu Musi (Sekayu), Melayu Pasemah, Melayu Lintang, Melayu Ogan, Melayu Lematang dan Melayu Semende. Pendatang dari luar Sumatra Selatan atau bahkan luar pulau Sumatera kadang-kadang juga menggunakan bahasa daerahnya sebagai bahasa sehari-hari dalam keluarga atau komunitas kedaerahan. Namun untuk berkomunikasi dengan warga Palembang lain, penduduk umumnya menggunakan bahasa Melayu Palembang sebagai bahasa pengantar sehari-hari. Selain penduduk asli, di Palembang terdapat pula warga pendatang dan warga keturunan, seperti dari Jawa, Minangkabau, Madura, Bugis, Sunda dan Banjar. Warga keturunan yang banyak tinggal di Palembang adalah Tionghoa, Arab dan India. Kota Palembang memiliki beberapa wilayah yang menjadi ciri khas dari suatu komunitas seperti Kampung Kapitan yang merupakan wilayah Komunitas Tionghoa serta Kampung Al Munawwar, Kampung Assegaf, Kampung Al Habsyi, Kuto Batu, 19 Ilir Kampung Jamalullail dan Kampung Alawiyyin Sungai Bayas 10 Ilir yang merupakan wilayah Komunitas Arab.[butuh rujukan]

Agama[sunting | sunting sumber]

Agama di Kota Palembang tahun 2020
Agama Persen
Islam
  
88.95%
Buddha
  
4.75%
Kristen Protestan
  
3.76%
Katolik
  
2.19%
Hindu
  
0.32%

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik provinsi Sumatera Selatan tahun 2020, mencatat bahwa persentase penduduk Kota Palembang beragama Islam sebanyak 88,95%, kemudian Buddha 4,75%, Kristen Protestan 3,76%, Katolik 2,19%, Hindu 0,32% . Agama mayoritas di Palembang adalah Islam. Di dalam catatan sejarahnya, Palembang pernah menerapkan undang-undang tertulis berlandaskan Syariat Islam, yang bersumber dari kitab Simbur Cahaya. Selain itu terdapat pula penganut Katolik, Protestan, Hindu, Buddha dan Konghucu.[butuh rujukan]

Bahasa[sunting | sunting sumber]

Bahasa Melayu Ini yang digunakan masyarakat sehari-hari kota Palembang adalah Bahasa Melayu Palembang yang diucapkan hampir keseluruhan masyarakatnya.[butuh rujukan] Selain hal tersebut, masyarakat pendatang juga sering menggunakan bahasa daerah masing-masing jika mereka berkomunikasi dengan sesama komunitas. Bahasa Melayu Palembang adalah dialek lokal dari bahasa Melayu yang sekaligus juga merupakan lingua franca atau bahasa pengantara provinsi Sumatra Selatan. Penutur bahasa Melayu Palembang diperkirakan 3.1 juta jiwa populasi yang tersebar di kota Palembang dan provinsi terdekat.[38]

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Objek wisata[sunting | sunting sumber]

Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.
Sorot laser Gedung Kantor Wali kota di latar belakang Benteng Kuto Besak.
Air mancur di Kambang Iwak.
Nampak Sungai Musi diatas Jembatan Ampera
Waktu Senja Panorama Kota Palembang.
  • Sungai Musi, sungai sepanjang sekitar 750 km yang membelah Kota Palembang menjadi dua bagian yaitu Seberang Ulu dan seberang Ilir ini merupakan sungai terpanjang di Pulau Sumatra. Sejak dahulu Sungai Musi telah menjadi urat nadi perekonomian di Kota Palembang dan Provinsi Sumatra Selatan.[39] Di sepanjang tepian sungai ini banyak terdapat objek wisata seperti Jembatan Ampera, Benteng Kuto Besak, Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, Pulau Kemaro, Pasar 16 Ilir, rumah Rakit, kilang minyak Pertamina, pabrik pupuk PUSRI, pantai Bagus Kuning, Jembatan Musi II, Masjid Al Munawar, dll.
  • Jembatan Ampera, sebuah jembatan megah sepanjang 1.177 meter yang melintas di atas Sungai Musi yang menghubungkan daerah Seberang Ulu dan Seberang Ilir ini merupakan ikon Kota Palembang. Jembatan ini dibangun pada tahun 1962 dan dibangun dengan menggunakan harta rampasan Jepang serta tenaga ahli dari Jepang.
  • Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I Palembang, terletak di pusat Kota Palembang, masjid ini merupakan masjid terbesar di Sumatra Selatan dengan kapasitas 15.000 jemaah.[40]
  • Benteng Kuto Besak, terletak di tepian Sungai Musi dan berdekatan dengan Jembatan Ampera, Benteng ini merupakan salah satu bangunan peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam. Di bagian dalam benteng terdapat kantor kesehatan Kodam II Sriwijaya dan rumah sakit. Benteng ini merupakan satu-satunya benteng di Indonesia yang berdinding batu dan memenuhi syarat perbentengan / pertahanan yang dibangun atas biaya sendiri untuk keperluan pertahanan dari serangan musuh bangsa Eropa dan tidak diberi nama pahlawan Eropa.[41]
  • Gedung Kantor Wali kota, terletak di pusat kota, pada awalnya bangunan ini berfungsi sebagai menara air karena berfungsi untuk mengalirkan air keseluruh kota sehingga juga dikenal juga sebagai Kantor Ledeng. Saat ini gedung ini berfungsi sebagai Kantor Wali kota Palembang dan terdapat lampu sorot di puncak gedung yang mempercantik wajah kota di malam hari.
  • Kambang Iwak Family Park, sebuah danau wisata yang terletak di tengah kota, dekat dengan tempat tinggal wali kota Palembang. Di tepian danau ini terdapat banyak arena rekreasi keluarga dan ramai dikunjungi pada hari libur. Selain itu di tengah danau ini terdapat air mancur yang tampak cantik di waktu malam.
  • Hutan Wisata Punti Kayu, sebuah hutan wisata kota yang terletak sekitar 7 km dari pusat kota dengan luas 50 ha dan sejak tahun 1998 ditetapkan sebagai hutan lindung. Di dalam hutan ini terdapat area rekreasi keluarga dan menjadi tempat hunian sekelompok monyet lokal.
  • Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya, sebuah site peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang terletak di tepian Sungai Musi. Terdapat sebuah prasasti batu peninggalan Kerajaan di area ini.
  • Taman Purbakala Bukit Siguntang, terletak di perbukitan sebelah barat Kota Palembang. Di tempat ini terdapat banyak peninggalan dan makam-makam kuno Kerajaan Sriwijaya.
  • Monumen Perjuangan Rakyat, terletak di tengah kota, berdekatan dengan Masjid Agung dan Jembatan Ampera. Sesuai dengan namanya di dalam bangunan ini terdapat benda-benda peninggalan sejarah pada masa penjajahan.
  • Museum Negeri Balaputradewa, sebuah museum yang menyimpan banyak benda - benda peninggalan Kerajaan Sriwijaya.
  • Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, terletak di dekat Jembatan Ampera dan Benteng Kuto Besak dan dulunya merupakan salah satu peninggalan Keraton Palembang Darussalam. Di dalamnya terdapat banyak benda - benda bersejarah Kota Palembang.
  • Museum Tekstil, terletak di Jl. Merdeka museum ini menyimpan benda - benda tekstil dari seluruh kawasan di Provinsi Sumatra Selatan.
  • Kawah Tengkurep
  • Masjid Cheng Ho Palembang
  • Klenteng Soei Goeat Kiong (Klenteng tertua di Palembang)
  • Kampung Kapitan
  • Kampung Arab Al Munawwar 13 Ulu
  • Fantasy Island
  • Bagus Kuning
  • Pusat Kerajinan Songket
  • Pulau Kemaro
  • Kilang Minyak Pertamina
  • Pabrik Pupuk Pusri
  • Sungai Gerong
  • Jakabaring Sport City (JSC)
  • Waterboom OPI Jakabaring
  • The Amanzi Waterpark CitraGrand City
  • Rumah Mak Bani Montok
  • Lorong Asia

Seni dan budaya[sunting | sunting sumber]

Festival perahu hias dan lomba bidar di Sungai Musi.

Sejarah tua Palembang serta masuknya para pendatang dari wilayah lain, telah menjadikan kota ini sebagai kota multi-budaya. Sempat kehilangan fungsi sebagai pelabuhan besar, penduduk kota ini lalu mengadopsi budaya Melayu pesisir, kemudian Jawa. Sampai sekarang pun hal ini bisa dilihat dalam budayanya. Salah satunya adalah bahasa. Kata-kata seperti "lawang (pintu)", "gedang (pisang)", adalah salah satu contohnya. Gelar kebangsawanan dari Palembang ialah Kiagus/Nyayu, Kemas/Nyimas, Masagus/Masayu. Makam-makam peninggalan masa Islam pun tidak berbeda bentuk dan coraknya dengan makam-makam Islam di Jawa.

Kesenian yang terdapat di Melayu Palembang antara lain:

  • Kesenian Dul Muluk (pentas drama tradisional khas Melayu Palembang)[42]
  • Tari-tarian seperti Gending Sriwijaya yang diadakan sebagai penyambutan kepada tamu-tamu dan tari Tanggai yang diperagakan dalam resepsi pernikahan
  • Syarofal Anam adalah kesenian Islami yang dibawa oleh para saudagar Arab dulu, dan menjadi terkenal di Palembang oleh KH. M Akib, Ki Kemas H. Umar dan S. Abdullah bin Alwi Jamalullail
  • Lagu Daerah seperti Melati Karangan, Dek Sangke, Cuk Mak Ilang, Dirut dan Ribang Kemambang
  • Rumah Adat Melayu Palembang adalah Rumah Limas dan Rumah Rakit

Selain itu Kota Palembang menyimpan salah satu jenis tekstil terbaik di dunia yaitu kain songket. Kain songket Palembang merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Sriwijaya dan di antara keluarga kain tenun tangan kain ini sering disebut sebagai Ratunya Kain. Hingga saat ini kain songket masih dibuat dengan cara ditenun secara manual dan menggunakan alat tenun tradisional. Sejak zaman dahulu kain songket telah digunakan sebagai pakaian adat kerajaan. Warna yang lazim digunakan kain songket adalah warna emas dan merah. Kedua warna ini melambangkan zaman keemasan Kerajaan Sriwijaya dan pengaruh China pada masa lampau. Material yang dipakai untuk menghasilkan warna emas ini adalah benang emas yang didatangkan langsung dari Tiongkok, Jepang, dan Thailand. Benang emas inilah yang membuat harga kain songket melambung tinggi dan menjadikannya sebagai salah satu tekstil terbaik di dunia.

Selain kain songket, saat ini masyarakat Palembang tengah giat mengembangkan jenis tekstil baru yang disebut batik Palembang. Berbeda dengan batik Jawa, batik Palembang tampak lebih ceria karena menggunakan warna - warna terang dan masih mempertahankan motif - motif tradisional setempat.

Kota Palembang juga selalu mengadakan berbagai festival setiap tahunnya antara lain "Festival Sriwijaya" setiap bulan Juni dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Palembang, Festival Bidar dan Perahu Hias merayakan Hari Kemerdekaan, serta berbagai festival memperingati Tahun Baru Hijriah, Bulan Ramadhan dan Tahun Baru Masehi.

Makanan khas[sunting | sunting sumber]

Pempek merupakan makanan khas Melayu Palembang.

Kota ini memiliki komunitas Tionghoa cukup besar. Makanan seperti pempek atau tekwan yang terbuat dari ikan mengesankan "Chinese taste" yang kental pada masyarakat Palembang.

  • Pempek, makanan khas Melayu Palembang yang telah terkenal di seluruh Indonesia. Dengan menggunakan bahan dasar utama daging ikan dan sagu, masyarakat Palembang telah berhasil mengembangkan bahan dasar tersebut menjadi beragam jenis pempek dengan memvariasikan isian maupun bahan tambahan lain seperti telur ayam, kulit ikan, maupun tahu pada bahan dasar tersebut. Ragam jenis pempek yang terdapat di Melayu Palembang antara lain pempek kapal selam, pempek lenjer, pempek keriting, pempek adaan, pempek kulit, pempek tahu, pempek pistel, pempek udang, pempek lenggang, pempek panggang, pempek belah dan pempek otak - otak. Sebagai pelengkap menyantap pempek, masyarakat Palembang biasa menambahkan saus kental berwarna kehitaman yang terbuat dari rebusan gula merah, cabe dan udang kering yang oleh masyarakat setempat disebut saus cuka (cuko).
  • Tekwan, makanan khas Melayu Palembang dengan tampilan mirip sup ikan berbahan dasar daging ikan dan sagu yang dibentuk kecil - kecil mirip bakso ikan yang kemudian ditambahkan kaldu udang sebagai kuah, serta soun dan jamur kuping sebagai pelengkap.
Model, salah satu olahan pempek.
Pindang ikan patin khas Palembang, rasanya pedas, asam, dan gurih.
  • Model, mirip tekwan tetapi bahan dasar daging ikan dan sagu dibentuk menyerupai pempek tahu kemudian dipotong kecil kecil dan ditambah kaldu udang sebagai kuah serta soun sebagai pelengkap. Ada 2 jenis model, yakni Model Ikan (Model Iwak) dan Model Gandum (Model Gendum).
  • Laksan, berbahan dasar pempek lenjer tebal, dipotong melintang dan kemudian disiram kuah santan pedas.
  • Celimpungan, mirip laksan, hanya saja adonan pempek dibentuk mirip tekwan yang lebih besar dan disiram kuah santan.
  • Mie Celor, berbahan dasar mie kuning dengan ukuran agak besar mirip mie soba dari Jepang, disiram dengan kuah kental kaldu udang dan daging udang.
  • Burgo, berbahan dasar tepung beras dan tepung sagu yang dibentuk mirip dadar gulung yang kemudian diiris, dinikmati dengan kuah santan.
  • Lakso, berbahan dasar tepung beras, mirip Burgo, namun bertekstur mie.
  • Martabak HAR,adalah makanan Khas dari India yang di bawah oleh Haji Abdul Razak. Berbahan dasar tepung terigu, yang diberi telur bebek dan telur ayam,kuahnya berbahan kari kambing yang dicampur kentang.
  • Pindang Patin, salah satu makanan khas Melayu Palembang yang berbahan dasar daging ikan patin yang direbus dengan bumbu pedas dan biasanya ditambahkan irisan buah nanas untuk memberikan rasa segar. Nikmat disantap dengan nasi putih hangat, rasanya gurih, pedas dan segar.
  • Pindang Tulang, berbahan dasar tulang sapi dengan sedikit daging yang masih menempel dan sumsum di dalam tulang, direbus dengan bumbu pedas, sama halnya dengan pindang patin, makanan ini nikmat disantap sebagai lauk dengan nasi putih hangat.
  • Malbi, mirip rendang, hanya rasanya agak manis, berkuah dan gurih.
  • Tempoyak, makanan khas Melayu Palembang yang berbahan dasar daging durian yang difermentasi setelah itu ditumis beserta irisan cabai dan bawang, bentuknya seperti saus dan biasa disantap sebagai pelengkap makanan, rasanya unik dan gurih.
  • Otak-otak, varian pempek yang telah tersebar di seluruh Indonesia, berbahan dasar mirip pempek yang dicocol dengan kuah santan dan kemudian dibungkus daun pisang, dimasak dengan cara dipanggang di atas bara api dan biasa disantap dengan saus cabai / kacang.
  • Kemplang, berbahan dasar pempek lenjer, diiris tipis dan kemudian dijemur hingga kering. Setelah kering kemplang dapat dimasak dengan cara digoreng atau dipanggang hingga mengembang.
  • Kerupuk, mirip kemplang, hanya saja adonan dibentuk melingkar, dijemur, kemudian digoreng.
  • Kue Maksubah, kue khas Melayu Palembang yang berbahan dasar utama telur bebek dan susu kental manis. Dalam pembuatannya telur yang dibutuhkan dapat mencapai sekitar 28 butir. Adonan kemudian diolah mirip adonan kue lapis. Rasanya enak, manis dan legit. Kue ini dipercaya sebagai salah satu sajian istana Kesultanan Palembang yang sering kali disajikan sebagai sajian untuk tamu kehormatan. Namun saat ini kue maksubah dapat ditemukan di seluruh Palembang dan sering disajikan saat hari raya.
  • Kue Delapan Jam dengan adonan mirip kue maksubah, kue ini sesuai dengan namanya karena dalam proses pembuatannya membutuhkan waktu delapan jam. Kue khas Melayu Palembang ini juga sering disajikan sebagai sajian untuk tamu kehormatan dan sering disajikan pada hari raya.
  • Kue Srikayo berbahan dasar utama telur dan daun pandan, berbentuk mirip puding. Kue berwarna hijau ini biasanya disantap dengan ketan dan memiliki rasa manis dan legit.

Olahraga[sunting | sunting sumber]

Stadion Gelora Sriwijaya dibangun dalam rangka penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional XVI pada tahun 2004. Stadion ini terletak di daerah Jakabaring, di bagian selatan Palembang. Bentuk dari stadion diilhami dari bentuk layar perahu terkembang dan diberi nama berdasarkan kebesaran Kerajaan Sriwijaya yang berpusat di Palembang pada masa lampau. Di stadion berkapasitas 40.000 tempat duduk ini pernah digelar dua pertandingan dalam lanjutan Piala Asia AFC 2007, yaitu babak penyisihan grup D antara Arab Saudi dan Bahrain serta perebutan tempat ke-tiga antara Korea Selatan dengan Jepang. Palembang bersama Jakarta menjadi tuan rumah SEA Games 2011, yang diselenggarakan pada 11-22 November 2011. Dengan merehabilitasi venue eks Pekan Olahraga Nasional XVI dan membangun Wisma Atlet, Venue tambahan seperti lapangan Atletik, Aquatic Center, Volley Beach, Ski Air, Panjat Tebing dan Lapangan Tembak terbesar se-Asia yang digunakan untuk SEA Games 2011. Pada tahun 2018, hanya kota Palembang yang terpilih sebagai kota pendukung Jakarta dalam menyelenggarakan Asian Games 2018. Terpilihnya Palembang sebagai tuan rumah pendamping karena pengalaman Palembang dalam menyelenggarakan pesta Olahraga baik tingkat nasional maupun internasional dan juga adanya fasilitas kompleks olahraga Jakabaring Sport City yang sering digunakan dalam perhelatan pesta olahraga.[43] Pada 2021, Palembang dan lima kota lainnya akan menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan Piala Dunia U-20 FIFA 2021;[44] renovasi stadion Jakabaring dan stadion pendukung lainnya dilakukan untuk mempersiapkan Piala Dunia U-20.[45]

Selain itu, stadion ini merupakan homebase bagi klub sepak bola Palembang, Sriwijaya Football Club Sriwijaya FC yang merupakan klub sepak bola kebanggaan masyarakat Palembang. Kota Palembang juga memiliki sebuah klub bola voli bernama Palembang Bank SUMSELBABEL, yang mewakili Indonesia dalam Men's Club Asian Volleyball Championship 2011 di GOR PSCC Palembang.

Pusat-pusat perbelanjaan[sunting | sunting sumber]

Keramaian Pasar 16 Ilir Palembang pada pagi hari.
  • Palembang Icon, merupakan life style mall pertama di Palembang. Terdapat anchor tenant seperti Foodmart, Electronic City, Cinemaxx, Celebrity Fitness, Amazing Icon, Books And Beyond, dll
  • Palembang Indah Mall, merupakan salah satu mall terbesar di Palembang. Terdapat anchor tenant seperti Hypermart, Ace Hardware, Index Furnishings, XXI dll.
  • Palembang Square, merupakan mall teramai di Palembang. Terdapat anchor tenant seperti Carrefour, Grand JM, Gramedia, XXI (2013) dan lain-lain.
  • Palembang Trade Center Mall merupakan mall terluas di kota palembang yang dibangun diatas lahan seluas 21 hektar. Terdapat anchor tenant seperti Diamond Department Store & Supermarket, Electronic & Home Solution, Funworld dan lain-lain.
  • Internasional Plaza, merupakan mall pertama dan tertua di Palembang. Juga merupakan pusat handphone terbesar di Sumatra Bagian Selatan. Terdapat anchor tenant seperti Matahari Department Store, Superindo, 21 Cineplex dan lain-lain.
  • Rajawali Village
  • MDP IT Store (IT Mall), merupakan pusat perbelanjaan barang barang elektronik yang terletak di simpang empat polda dengan gedung baru tinggi 8 lantai
  • Bandung Pasaraya
  • JM Pasaraya
  • JM Kenten
  • JM Sukarame
  • JM Plaju
  • Gramedia Kol. Atmo
  • Gramedia World Palembang
  • Palembang Square Extension
  • Lippo Plaza Jakabaring
  • OPI Mall
  • Giant Extra Kenten
  • Giant Extra Plaju
  • Giant Express Soekarno Hatta
  • Dermaga Point Palembang
  • Ramayana Department Store
  • Sumatra Department Store
  • Megahria Shopping Center Store
  • Dika Shopping Center
  • Marathon Department Store
  • Lotte Mart
  • SoMa (Social Market)
  • Ilir Barat Permai (Songket, Lemari Palembang, Pelaminan Palembang, Ukiran Palembang dan lain-lain)
  • Pasar Tradisional seperti Pasar 16 Ilir, Pasar Induk Jakabaring, Pasar Cinde, Pasar Kuto, Pasar Plaju, Pasar 26 Ilir, Pasar Gubah, Pasar Perumnas dan sebagainya.
Hotel Aryaduta Palembang
Palembang Indah Mall

Hotel[sunting | sunting sumber]

Hotel-hotel berbintang di Palembang antara lain:

  • Aryaduta Hotel and Convention Center *****
  • Hotel Santika *****
  • Novotel Hotel & Residence *****
  • The Arista Hotel Palembang*****
  • Horison Hotel Optima Palembang *****
  • Aston International & Conferrence Hotel ****
  • Hotel Sandjaja ****
  • Hotel Batiqa ****
  • Hotel Sintesa Peninsula ****
  • The Jayakarta Daira Hotel ****
  • Hotel Swarna Dwipa ****
  • Hotel Grand Zuri ***
  • Hotel Grand inna ***
  • Rio City Hotel ***
  • Hotel Royal Asia ***
  • SwisBelin Hotel ***
  • Hotel Lembang ***
  • Hotel Princess ***
  • Hotel King's (habis terbakar dan akan di buka kembali) ***
  • Hotel Amaris ***
  • Grand Duta Syariah Hotel ***
  • Fave Hotel ***
  • Hotel Emilia ***
  • Hotel Zuri Express **
  • Hotel Duta **
  • Maxone Hotel **
  • Hotel Wisata **
  • Sriwijaya Hotel **
  • Hotel Budi **
  • Hotel Paradise **
  • Hotel Bumi Asih **
  • Hotel Arjuna **
  • Hotel Anugerah **
  • Hotel Safa Marwah
  • Home Inn Hotel Palembang
  • Hotel Alam Sutra

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Perguruan Tinggi[sunting | sunting sumber]

Kota Palembang memiliki beberapa perguruan tinggi di antaranya Universitas Sriwijaya di Bukit Besar, walaupun kampus utamanya yang memiliki luas 712 ha berada pada kawasan Inderalaya, Ogan Ilir, Sumatra Selatan.[46] saat ini menempati urutan ke-15 Universitas Terbaik di Indonesia versi Webometrics Juli 2010. Peringkat Universitas Sriwijaya dalam pemeringkatan World Class University versi Webometrics terus mengalami peningkatan sejak edisi Januari 2009 (peringkat ke-37), edisi Juli 2009 (peringkat ke-29) dan edisi Juli 2010 (peringkat ke-15). Untuk wilayah sumatera, Universitas Sriwijaya menempati peringkat ke-1 yang kemudian diikuti oleh Universitas Andalas (Unand), Universitas Sumatra Utara (USU) dan Universitas Riau (Unri).

  • UIN Raden Fatah Palembang, Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri di Palembang. UIN Palembang diberi nama Raden Fatah, yaitu seorang ulama dari Palembang dan pendiri Kerajaan Demak. Terletak di KM 3,5 Jalan K.H. Zainal Abidin Fikri
  • BPPTD Palembang (Program Diploma III Lalu Lintas Angkutan Sungai Danau Penyeberangan)
  • Politeknik Negeri Sriwijaya Dahulunya bernama Politeknik Universitas Sriwijaya secara resmi dibuka pada tanggal 20 September 1982. Pada fase pertama Politeknik hanya mempunyai 2 (dua) Jurusan yaitu Jurusan Teknik Sipil dan Jurusan Teknik Mesin dengan daya tampung maksimum 576 orang mahasiswa dan dengan sarana pendidikan, staf pengajar dan kurikulum yang dirakit secara nasional dan terpusat di Pusat Pengembangan Pendidikan Politeknik PEDC Bandung
  • Politekhnik Kesehatan Palembang
  • Sekolah Jurnalisme Indonesia, merupakan Sekolah Jurnalisme Pertama di Indonesia. SJI diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN)di Palembang, 9 Februari 2010. Sekolah Jurnalisme ini merupakan sekolah jurnalisme internasional pertama di Indonesia yang berada di bawah naungan UNESCO. Sekolah ini ditujukan kepada yang ingin memahami terhadap dunia Jurnalistik, saaat ini berada sementara di Diklat Kepegawaiaan Provinsi Sumatra Selatan.
  • Universitas Sriwijaya
  • Universitas Bina Darma
  • Universitas Bina Nusantara - Unit Sumber Belajar Jarak Jauh
  • Universitas Indo Global Mandiri
  • Universitas Muhammadiyah Palembang
  • Universitas Palembang
  • Universitas Syahyakirty
  • Universitas IBA
  • Universitas Taman Siswa
  • Universitas PGRI
  • Universitas Kader Bangsa
  • Universitas Tridinanti
  • Universitas Terbuka
  • Universitas Bina Husada
  • STBA Methodist Palembang
  • STMIK GI MDP
  • STMIK PalComTech Palembang
  • Universitas Katolik Musi Charitas
  • STISIPOL Chandradimuka Palembang
  • Politeknik Akamigas Palembang
  • AMIK Sigma
  • Akademi Keuangan dan Perbankan Mulia Darma Palembang
  • Akademi Kesehatan Lingkungan Palembang
  • STIE Abdi Nusa Palembang
  • STIKes Muhammadiyah Palembang
  • STIKes Aisyiyah Palembang
  • Politeknik Pariwisata Palembang

Sekolah Menengah Lanjutan Atas[sunting | sunting sumber]

Sejumlah sekolah menengah atas (SMA) terkemuka di Palembang di antaranya ialah:

Sekolah Menengah Kejuruan[sunting | sunting sumber]

Sejumlah sekolah menengah kejuruan (SMK) terkemuka di Palembang di antaranya ialah:

Sekolah Menengah Pertama[sunting | sunting sumber]

Sejumlah sekolah menengah pertama (SMP) terkemuka di Palembang di antaranya ialah:

Sekolah Dasar[sunting | sunting sumber]

Sejumlah sekolah dasar (SD/MI) terkemuka di Palembang di antaranya ialah:

  • Madrasah Ibtidaiyah Al-Awwal
  • SD Negeri 79 Palembang
  • SD Negeri 79 Palembang
  • SD Negeri 81 Palembang
  • SD Negeri 261 Palembang
  • SD Kartika II-3 Palembang
  • SD Islam Az-Zahra
  • SD IT Harapan Mulia Palembang
  • SD IT Al-Furqon Palembang
  • SD Yayasan IBA Palembang
  • SD Xaverius 1 Palembang
  • SD IGS Palembang
  • SD Xaverius 6 Palembang
  • SD Paramount Palembang
  • SD Maitreyawira Palembang
  • SD Negeri 117 Palembang
  • SD Negeri 88 Palembang

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Armada bus Trans Musi

Warga Palembang banyak menggunakan bus dan angkutan kota sebagai sarana transportasi. Selain menggunakan bus dan angkot, moda transportasi taksi juga banyak digunakan masyarakat. Terdapat beberapa perusahaan taksi yang beroperasi di penjuru kota. Selain taksi dan angkutan kota di Palembang dapat ditemukan bajaj yang berperan sebagai angkutan perumahan, di mana setiap bajaj memiliki kode warna tertentu yang hanya boleh beroperasi di wilayah tertentu di kota Palembang. Sebagai sebuah kota yang dilalui oleh beberapa sungai besar, masyarakat Palembang juga mengenal angkutan air, yang disebut ketek. Ketek ini melayani penyeberangan sungai melalui berbagai dermaga di sepanjang Sungai Musi, Ogan dan Komering. Baru-baru ini telah dibuka jalur kereta komuter yang diperuntukkan bagi mahasiswa Universitas Sriwijaya yang melayani jalur Kertapati-Indralaya. Selain itu, pada awal tahun 2010 rute angkutan kota dan bus kota di beberapa bagian kota akan digantikan oleh kendaraan umum baru berupa bus Trans Musi yang serupa dengan bus Trans Jakarta di Jakarta. Hal ini akan terus dilakukan secara bertahap di bagian kota lainnya dengan tujuan untuk mengurangi jumlah kendaraan umum di Palembang yang semakin banyak dan tidak terkendali jumlahnya serta mengurangi kemacetan karena kendaraan ini memiliki jalur laju khusus yang terpisah dari kendaraan lainnya.

Sejak Desember 2015, Palembang sedang membangun kereta api ringan dari Bandar Udara Sultan Mahmud Badaruddin II ke Jakabaring sebagai persiapan menyambut Asian Games 2018.

Palembang memiliki sebuah Bandar Udara Internasional yaitu Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II). Bandara ini terletak di barat laut Palembang, melayani baik penerbangan domestik maupun internasional. Bandara ini juga menjadi embarkasi haji bagi warga Sumatra Selatan. Penerbangan domestik melayani jalur Palembang ke Jakarta, Bandung, Batam, Pangkal Pinang dan kota-kota lainnya, sedangkan penerbangan internasional melayani Singapura, Kuala Lumpur, Malaka, Hongkong, China dan Thailand.

Palembang juga memiliki tiga pelabuhan utama yaitu Boom Baru, Pelabuhan 36 Ilir dan Pelabuhan Tanjung Api Api. Ketiga pelabuhan ini melayani pengangkutan penumpang menggunakan ferry ke Muntok (Bangka) dan Batam. Saat ini sedang dibangun pelabuhan Tanjung Api Api yang melayani pengangkutan penumpang dan barang masuk serta keluar Sumatra Selatan.

Selain itu Palembang juga memiliki Stasiun Kertapati yang terletak di tepi sungai Ogan, Kertapati. Stasiun ini menghubungkan wilayah Palembang dengan Bandar Lampung, Tanjung Enim, Lahat, dan Lubuklinggau

Media[sunting | sunting sumber]

Surat kabar[sunting | sunting sumber]

Beberapa tediri dari 17 surat kabar yang terbit di kota ini antara lain:

Nasional (12 surat kabar)[sunting | sunting sumber]

Nama Jenis Perusahaan Bahasa
Koran Sindo Nasional Media Nusantara Citra Indonesia
Investor Daily BeritaSatu Media Holdings
Kompas KG Media
Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Media Indonesia Media Group
Kontan KG Media
Koran Jakarta Berita Nusantara
Republika Mahaka Media
The Jakarta Post Bina Media Tenggara Inggris
Indonesia Shang Bao Bisnis Indonesia Group Mandarin
Harian Indonesia Mahaka Media
Guo Ji Ri Bao Mayapada Group

Daerah (5 surat kabar)[sunting | sunting sumber]

Nama Jenis Perusahaan Bahasa
Sriwijaya Post Daerah Tribun Network Indonesia
Tribun Sumsel
Palembang Ekspres Jawa Pos Group
Palembang Pos
Sumatera Ekspres

Radio dan televisi[sunting | sunting sumber]

Di Kota Palembang bersiaran kurang lebih 34 stasiun radio dan 20 buah stasiun televisi. Stasiun televisi di Palembang antara lain TVRI Sumatera Selatan, PALTV, dan Sriwijaya TV.

Prestasi[sunting | sunting sumber]

Beberapa prestasi Kota Palembang:

  • Peringkat I Kota Metropolitan Terbersih se-Indonesia 2007 (Adipura Award).
  • Peringkat I Kota Metropolitan Terbersih se-Indonesia 2008 (Adipura Award).
  • Peringkat I Kota Metropolitan Terbersih se-Indonesia 2009 (Adipura Award).
  • Peringkat I Kota Metropolitan Terbersih se-Indonesia 2010 (Adipura Award).
  • Peringkat I Kota Metropolitan Terbersih se-Indonesia 2011 (Adipura Award).
  • Peringkat III Kota Metropolitan Terbersih se-Indonesia 2012 (Adipura Award).
  • Taman Kota Terbaik se-Indonesia, atas nama Kambang Iwak (KI Family Park).
  • Asean Environment Sustainable City 2008, sebagai Kota Terbersih se-Asean.
  • Terminal Kota Terbaik se-Indonesia, atas nama Terminal Alang-Alang Lebar 2011.
  • Terminal Kota Terbaik se-Indonesia, atas nama Terminal Sako 2013.

Kota kembar[sunting | sunting sumber]

Sebagai kota metropolitan di Indonesia, Pemerintah Kota Palembang juga bekerjasama dengan kota-kota lainnya di dunia sehingga terjalinnya hubungan budaya dan kontak sosial antarpenduduk. Berikut ini kota-kota kembar yang menjalin kerjasama dengan Palembang.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Salinan arsip". 2013-06-15. Diarsipkan dari 2013 versi asli Periksa nilai |url= (bantuan) tanggal 2013-08-05. Diakses tanggal 2013-06-15. 
  2. ^ Indonesia's Population: Ethnicity and Religion in a Changing Political Landscape. Institute of Southeast Asian Studies. 2003.
  3. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (PDF). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 7 Agustus 2021. 
  4. ^ "Metode Baru Indeks Pembangunan Manusia 2019-2 020". www.bps.go.id. Diakses tanggal 8 Agustus 2021. 
  5. ^ Hasil Sensus Penduduk 2010 Kota Palembang
  6. ^ https://sumsel.bps.go.id/statictable/2018/10/29/108/proyeksi-penduduk-sumatera-selatan-2010-2020.html
  7. ^ "Kementerian PUPR Siapkan Pengembangan Metropolitan Baru Palembang Raya | Detak-Palembang.Com". Detak-Palembang.Com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 27 June 2018. Diakses tanggal 2018-05-06. 
  8. ^ "Metropolitan Palembang, Betung, Indralaya dan Kayuagung". PU-Net. Diakses tanggal 2020-06-22. 
  9. ^ https://palembang.go.id/new/beranda/sejarah
  10. ^ Kesultanan Palembang Darussalam : Sejarah dan Warisan Budayanya. Jember: Jember University Press dan Penerbit Tarutama Nusantara. 2016. ISBN 978-602-9030-26-6. 
  11. ^ a b Munoz, Paul Michel (2006). Early Kingdoms of the Indonesian Archipelago and the Malay Peninsula. Singapore: Editions Didier Millet. ISBN 981-4155-67-5. 
  12. ^ Hirth, F. (1911). Chao Ju-kua, His Work on the Chinese and Arab Trade in the Twelfth and Thirteen centuries, entitled Chu-fan-chi. St Petersburg
  13. ^ Soekmono, R. (2002). Pengantar sejarah kebudayaan Indonesia 2. Kanisius. ISBN 979-413-290-X.
  14. ^ Darta, A.A. Gde, A.A. Gde Geriya, A.A. Gde Alit Geria, (1996), Babad Arya Tabanan dan Ratu Tabanan, Denpasar: Upada Sastra
  15. ^ Pradjoko, Didik (2013). Atlas Pelabuhan-Pelabuhan Bersejarah di Indonesia. Direktorat Jenderal Kebudayaan. hlm. 137. 
  16. ^ Cortesão, Armando, (1944), The Suma Oriental of Tomé Pires, London: Hakluyt Society, 2 vols.
  17. ^ Bruun, M.C. (1822). Universal geography, or A description of all the parts of the world. hlm. 441.
  18. ^ Ricklefs, M.C. (1993). A history of modern Indonesia since c. 1300. California: Stanford University Press. ISBN 0-8047-2194-7.
  19. ^ "Palembang, Indonesia". Climate-Data.org. 
  20. ^ "Jumlah hari hujan Palembang". palembang.bps.go.id. 
  21. ^ ftp://ftp-cdc.dwd.de/pub/CDC/observations_global/CLIMAT/multi_annual/sunshine_duration/1961_1990.txt
  22. ^ ftp://ftp-cdc.dwd.de/pub/CDC/help/stations_list_CLIMAT_data.txt
  23. ^ "Lambang Kota Palembang". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-08-05. Diakses tanggal 2013-09-08. 
  24. ^ Pranata, Deddy (21 Juli 2013). FUL, ed. "Romi Herton Dilantik Menjadi Wali Kota Palembang". Okezone. Diakses tanggal 8 Januari 2018. 
  25. ^ Maharani, Dian (10 Juli 2014). "KPK Tahan Wali Kota Palembang dan Istrinya". Kompas. Diakses tanggal 9 Januari 2018. 
  26. ^ Aries, Maspril (9 Desember 2014). Maharani, Esthi, ed. "Mendagri Tetapkan Harnojoyo sebagai Plt Wali Kota Palembang". Republika. Diakses tanggal 8 Januari 2018. 
  27. ^ Aries, Maspril (9 December 2014). Maharani, Esthi, ed. "Mendagri Tetapkan Harnojoyo sebagai Plt Wali Kota Palembang". Republika. Diakses tanggal 8 Januari 2018. 
  28. ^ Inge, Nefri (11 September 2015). "Harnojoyo Resmi Jadi Walikota Palembang". Liputan6.com. Diakses tanggal 8 Januari 2018. 
  29. ^ "Harobin Mustofa Jabat Plh Walikota Palembang". Sumatra Deadline. 23 Juli 2018. Diakses tanggal 9 Agustus 2018. [pranala nonaktif permanen]
  30. ^ Anggraini, Shinta (7 Agustus 2018). Saputra, Kharisma, ed. "Resmi, Akhmad Najib Dilantik Alex Noerdin Sebagai Penjabat Walikota Palembang". Tribun Sumsel. Diakses tanggal 9 Agustus 2018. 
  31. ^ Irwanto (18 September 2018). "Alex Noerdin lantik 7 kepala daerah hasil pilkada serentak di Sumsel". Merdeka.com. Diakses tanggal 24 September 2018. 
  32. ^ Detik.com: 50 Anggota DPRD Kota Palembang 2009-2014 Dilantik, diakses 23 April 2020
  33. ^ Detik.com: Inilah Nama-Nama Anggota DPRD Kota Palembang Terpilih, diakses 23 April 2020
  34. ^ Suara.com:Ini Nama Anggota DPRD Palembang 2019-2024, diakses 23 April 2020
  35. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  36. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  37. ^ "Situs web resmi kota Palembang". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-08-05. Diakses tanggal 2013-06-15. 
  38. ^ "A Language of Indonesia: Musi". Ethnologue: Languages of the World. Diakses tanggal 11/27/2018. Penggunaan bahasa Palembang digunakan dikalangan masyarakat untuk berkomunikasi sehari-hari dan juga bahasa Palembang dipelajari oleh suku lainnya di provinsi Sumatra Selatan yang memiliki ragam dialek bahasa sehingga menjadikan bahasa Palembang sebagai bahasa Perdagangan. Penggunaan bahasa Indonesia dan bahasa asing juga meluas khususnya dalam dunia pendidikan. Bahasa Palembang juga dituturkan di timur laut Lampung, sebagian kecil di Jambi dan Bengkulu. 
  39. ^ Portal Nasional Republik Indonesia
  40. ^ ePalembang
  41. ^ Situs web resmi Pemerintahan Provinsi Sumatra Selatan
  42. ^ "Dunia Melayu Sedunia". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-05-28. Diakses tanggal 2010-03-16. 
  43. ^ Rachman, Ali (5 Mei 2018). "Tiga Alasan Sumsel jadi Tuan Rumah Asian Games 2018". Indopos. Diakses tanggal 10 November 2020. 
  44. ^ Sofuroh, Umu, Faidah (18 September 2020). "Keppres & Inpres Putuskan Sumsel Jadi Tuan Rumah FIFA U-20 World Cup". Detik Sport. Diakses tanggal 10 November 2020. 
  45. ^ Ardhi, Yoga (7 November 2020). "In Picture: Renovasi Stadion Jakabaring Sambut Piala Dunia U-20". Republika. Diakses tanggal 10 November 2020. 
  46. ^ Situs web resmi Universitas Sriwijaya
  47. ^ "Domo frente a la Terminal de transportes de Neiva es símbolo de la unión con Indonesia" (dalam bahasa Spanyol). El Tiempo. 17 May 2010. Diakses tanggal 22 August 2017. 
  48. ^ "The Indonesian twin sister of Venice: Palembang" (dalam bahasa Italia). Facciunsalto.it. 20 Juni 2016. Diakses tanggal 04 Februari 2019. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Kota-kota besar di Indonesia
  Kota Provinsi Populasi     Kota Provinsi Populasi
1 Jakarta Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11.204.714 Kota Palembang
Kota Palembang
7 Makassar Sulawesi Selatan 1.462.442
2 Surabaya Jawa Timur 2.970.843 8 Batam Kepulauan Riau 1.169.648
3 Medan Sumatra Utara 2.524.511 9 Bandar Lampung Lampung 1.090.921
4 Bandung Jawa Barat 2.518.260 10 Pekanbaru Riau 1.045.039
5 Semarang Jawa Tengah 1.686.042 11 Padang Sumatra Barat 918.463
6 Palembang Sumatra Selatan 1.685.219 12 Malang Jawa Timur 866.356
Sumber: Dirjen Dukcapil, Kementerian Dalam Negeri RI, 2020. Catatan: tidak termasuk kota satelit.