Partai Gelora Tolak PKS Gabung Prabowo, Alasan yang Mengemuka dan Luka Konflik Internal Masa Lalu - Nasional Tempo.co

Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Partai Gelora Tolak PKS Gabung Prabowo, Alasan yang Mengemuka dan Luka Konflik Internal Masa Lalu

Reporter

image-gnews
Juru Bicara TKN Prabowo-Gibran Fahri Hamzah berbicara dalam sarasehan Aktivis Menjaga Demokrasi bertajuk
Juru Bicara TKN Prabowo-Gibran Fahri Hamzah berbicara dalam sarasehan Aktivis Menjaga Demokrasi bertajuk "Dari Reformasi 98 Menuju Indonesia Emas 2045" di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Senin, 12 Februari 2024. Mereka mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 2 Prabowo-Gibran. TEMPO/Febri Angga Palguna
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah mengaku tidak mempunyai masalah apa pun dengan Partai Keadilan Sejahtera atau PKS. Namun, Fahri meminta PKS mempertimbangkan dengan matang keputusan bergabung atau tidak dengan pemerintahan presiden terpilih Prabowo Subianto.

"Keinginan PKS bergabung dengan presiden dan wapres terpilih Prabowo-Gibran, itu tidak ada masalah dengan partai lain, apalagi Gelora yang belum mendapatkan posisi di legislatif pusat," ucap Fahri saat dihubungi Tempo pada Senin, 29 April 2024.

Fahri menyebut, masalah yang dialami PKS sebenarnya bukan berkaitan dengan partai lain. Namun, permasalahannya justru terletak pada ideologi dan gagasan PKS yang seolah-olah sulit dikompromikan dengan siapa pun.

Karena itu, dia meminta PKS untuk mempertimbangkan lebih mendalam sebelum memutuskan bergabung dengan pemerintahan Prabowo-Gibran. Dia meminta PKS, menimbang mengenai gagasan serta ideologi yang dianut PKS.

"Lalu menemukan argumen yang tepat untuk berada di luar pemerintahan karena kalah di Pilpres yang lalu," ujar Fahri yang juga mantan politikus PKS.

Sekretaris Jenderal Partai Gelora Mahfuz Sidik berujar PKS selama masa kampanye Pilpres 2024 selalu melakukan serangan negatif secara masif kepada Prabowo-Gibran, terutama kepada Gibran. "Seingat saya selama proses kampanye, di kalangan PKS banyak muncul narasi sangat ideologis dalam menyerang sosok Prabowo-Gibran," ujar Mahfuz dalam keterangan resmi yang dikutip pada Senin, 29 April 2024.

Ketua Dewan Pengurus Pusat PKS Mardani Ali Sera mengatakan terdapat perbedaan proposal dan visi antara PKS dan Partai Gelora. Namun, Mardani tak menjelaskan lebih detail mengenai perbedaan itu. "Proposalnya kita sama Mas Anis (Anis Matta, Ketua Umum Partai Gelora) beda. Dan visinya beda," kata Mardani.

Mardani menuturkan secara pribadi, dia menyarankan partainya berada di luar pemerintahan Prabowo-Gibran. Dia menilai, keberadaan PKS sebagai oposisi di pemerintahan adalah sehat bagi demokrasi di Indonesia.

"Kalau saya, oposisi. Sehat kok, sekalian," ujar Mardani dalam sebuah video pernyataan yang dia kirimkan kepada Tempo pada Senin, 29 April 2024.

Menurut Mardani nantinya jika PKS tetap berada di luar pemerintahan, PKS bisa mengawasi pemerintah agar kebijakan yang dibuat dapat sesuai dengan kepentingan rakyat. "Kita jaga pemerintah biar bekerja betul-betul buat rakyat," kata Mardani.

Partai Gelombang Rakyat Indonesia atau Gelora menjadi peserta Pemilu 2024 dengan nomor urut 7. Partai ini didirikan pada 28 Oktober 2019 dan dipimpin oleh mantan Presiden PKS  Muhammad Anis Matta.Konflik internal di partai dakwah tersebut menyebabkan sejumlah kadernya menyatakan keluar dan membentuk Partai Gelora.

Mayoritas penggagas partai ini memang mantan pimpinan PKS, seperti Fahri Hamzah, Mahfudz Siddiq, Rofi Munawar, dan Achmad Rilyadi. Partai ini kemudian dideklarasikan dalam acara konsolidasi nasional di Jakarta pada 10 November 2019.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Partai Gelora didirikan dengan gagasan dan cita-cita menjadikan Indonesia kekuatan lima besar dunia. Gagasan ini pertama kali disampaikan Anis Matta dalam pidato "Arah Baru Indonesia" dalam acara Musyawarah Kerja Keluarga Alumni KAMMI di Jakarta, 3 Februari 2018. Pidato ini menyambung gagasan "Gelombang Ketiga Indonesia" yang ditulis Anis pada 2014. Pada Pemilu 2024 ini Gelora mendukung Prabowo-Gibran.

Sebelumnya Sekretaris Jenderal PKS Aboe Bakar Al Habsyi berharap didatangi Prabowo Subianto untuk diajak bergabung ke koalisi pemerintahan mendatang, tidak hanya pada Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai NasDem.

Prabowo memang telah bertemu dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Ketua Umum NasDem Surya Paloh pasca-putusan Mahkamah Konstitusi. PKB dan NasDem mengatakan bakal menjalin kerja sama dengan Prabowo.

"Permasalahannya adalah kita ingin kebersamaan setelah NasDem dan PKB didatangi (Prabowo), mungkin juga PKS pasti akan didatangi, kita berharap gitu toh," kata Aboe saat ditemui di kantor DPP PKS, Jakarta Selatan, Sabtu pekan lalu.

Menurut dia, internal partai akan memutuskan sikap PKS akan berada di dalam atau luar lingkaran pemerintah. Selain keputusan internal, PKS juga berharap rencana itu disambut baik Prabowo. "Ya kita dialoglah, masak main masuk aja, kayak diterima aja," kata Aboe.

Aboe meyakini keinginan PKS ini akan disambut baik Prabowo karena hubungan Ketua Umum Partai Gerindra itu dengan jajaran pengurus PKS terjalin baik. Dua belah pihak memang memiliki catatan hubungan baik karena PKS selalu menjadi pendukung setia Prabowo ketika bertarung pada Pilpres 2014 dan 2019.

Mengenai tidak adanya perwakilan Partai Gerindra yang datang pada acara halalbihalal sekaligus Milad PKS ke-22 pada Sabtu pekan lalu, Aboe mengklaim hal tersebut bukan pertanda hubungan Prabowo dan PKS retak.

JOHANES MAHARSO JOHARSOYO | ANTARA

Pilihan Editor: Kecuali Partai Gelora, Gerindra-Golkar-PAN-Demokrat Buka Peluang PKS Gabung ke Prabowo


Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Hari Ini Rakernas PDIP Berakhir, Menerka Posisi Partai dari Pidato Megawati

1 jam lalu

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyampaikan orasi politik saat pembukaan Rapat Kerja Nasional V PDIP di Ancol, Jakarta, Jumat, 24 Mei 2024. Dalam orasinya Mega mengatakan partainya tak akan mundur meski merasa pemilu kali ini partainya telah dirugikan, dia tetap menyuarakan kepada kadernya untuk terus maju untuk menegakan sistem demokrasi. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Hari Ini Rakernas PDIP Berakhir, Menerka Posisi Partai dari Pidato Megawati

Rakernas PDIP hari ini akan berakhir. Posisi politik PDIP masih belum tergambar jelas apakah akan berada di luar atau di dalam pemerintahan.


Jubir Prabowo Ungkap Alasan Ganti Makan Siang Gratis Jadi Makan Bergizi Gratis

20 jam lalu

Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antar Lembaga, Dahnil Anzar Simanjuntak, saat ditemui di sela rapim tahunan Kementerian Pertahanan, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis, 23 Januari 2020. Tempo/Egi Adyatama
Jubir Prabowo Ungkap Alasan Ganti Makan Siang Gratis Jadi Makan Bergizi Gratis

Dahnil mengatakan perubahan nomenklatur program makan siang gratis ini agar lebih bermakna


Prabowo Ubah Nama Program Makan Siang Gratis Jadi Makan Bergizi Gratis, Kenapa Erick Thohir Antusias?

1 hari lalu

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto berkunjung ke sekolah Beijing No. 2 Middle School, di Dongcheng District, Beijing, Cina, Selasa, 2 April 2024. Presiden terpilih 2024-2029 itu meninjau penerapan program makan siang gratis untuk siswa di Negeri Tirai Bambu. Foto: Humas Prabowo
Prabowo Ubah Nama Program Makan Siang Gratis Jadi Makan Bergizi Gratis, Kenapa Erick Thohir Antusias?

Prabowo mengumumkan pergantian nama program andalannya, makan siang gratis jadi makan bergizi gratis. Kenapa Erick Thohir yang antusias?


Menakar Peluang Koalisi Perubahan Usung Anies Baswedan di Pilkada Jakarta

1 hari lalu

Anies Baswedan saat menghadiri silaturahmi dan halal bihalal dengan PKL dan warga kampung Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK) di Kampung Marlina, Muara Baru, Penjaringan Jakarta Utara pada Ahad, 19 Mei 2024. TEMPO/Intan Setiawanty
Menakar Peluang Koalisi Perubahan Usung Anies Baswedan di Pilkada Jakarta

Sejumlah pengamat angkat bicara soal kans Koalisi Perubahan mendukung Anies Baswedan di Pilkada DKI 2024.


Ganjar Pranowo Yakin Megawati Ambil Sikap Politik Sesuai Suasana Kebatinan Kader PDIP

1 hari lalu

Ganjar Pranowo dan Mahfud MD menghadiri Rakernas ke V PDIP di Beach City International Stadium Ancol, Jakarta Utaa, Jumat, 24 Mei 2024. Keduanya duduk di antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Foto Tim Media PDIP.
Ganjar Pranowo Yakin Megawati Ambil Sikap Politik Sesuai Suasana Kebatinan Kader PDIP

Ganjar Pranowo menyebut rumusan sikap politik PDIP terhadap pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka akan dilakukan pada Rakernas kali ini.


Diusulkan Jadi Bacagub NTT oleh 22 DPC Gerindra, Fary Djemy Francis Tunggu Keputusan Prabowo

1 hari lalu

Politikus Partai Gerindra, Fary Djemy Francis sebelumnya sebelumnya pernah mencalonkan diri sebagai ketua umum PSSI pada 2019. Mantan ketua komisi V DPR RI itu juga sempat menjadi ketua departemen Sport Intelligent PSSI pada periode kepemimpinan Edy Rahmayadi. Dok. DPR
Diusulkan Jadi Bacagub NTT oleh 22 DPC Gerindra, Fary Djemy Francis Tunggu Keputusan Prabowo

Fary Djemy Francis mengatakan tetap tunduk pada kehendak Partai Gerindra.


Partai Pengusung Anies Baswedan di Pilpres 2024 Siap Dorong ke Pilkada DKI Jakarta 2024: Top Priority

1 hari lalu

Anies Baswedan saat menghadiri silaturahmi dan halal bihalal dengan PKL dan warga kampung Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK) di Kampung Marlina, Muara Baru, Penjaringan Jakarta Utara pada Ahad, 19 Mei 2024. TEMPO/Intan Setiawanty
Partai Pengusung Anies Baswedan di Pilpres 2024 Siap Dorong ke Pilkada DKI Jakarta 2024: Top Priority

Anies Baswedan menyatakan tengah memikirkan dengan serius terkait dorongan NasDem, PKS, dan PKB terhadap dirinya maju di Pilkada DKI Jakarta 2024.


Sekjen Gerindra Berharap Sudaryono Diusung Partai pada Pilgub Jateng, Ini Alasannya

1 hari lalu

Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah Sudaryono yang juga bakal calon gubernur Jawa Tengah, memberi pernyataan kepada awak media di Kota Solo, Jawa Tengah, Kamis, 16 Mei 2024. TEMPO/SEPTHIA RYANTHIE
Sekjen Gerindra Berharap Sudaryono Diusung Partai pada Pilgub Jateng, Ini Alasannya

Sekjen Gerindra mengatakan partainya sudah menyiapkan sejumlah kader internal untuk maju dalam Pilkada 2024.


Tanggapan Internal PDIP Ihwal Bergabungnya Bobby Nasution ke Gerindra

1 hari lalu

Presiden Joko Widodo berbincang dengan Wali Kota Medan sekaligus menantunya, Bobby Nasution saat Car Free Day (CFD) di Kota Medan, Sumatera Utara, Minggu, 12 Februari 2023. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev
Tanggapan Internal PDIP Ihwal Bergabungnya Bobby Nasution ke Gerindra

PDIP menyatakan tidak mencampuri urusan Bobby Nasution yang bergabung dengan Gerindra.


Kata Pengamat Soal Plus Minus Anies Baswedan Maju di Pilkada Jakarta

1 hari lalu

Anies Baswedan saat menghadiri silaturahmi dan halal bihalal dengan PKL dan warga kampung Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK) di Kampung Marlina, Muara Baru, Penjaringan Jakarta Utara pada Ahad, 19 Mei 2024. TEMPO/Intan Setiawanty
Kata Pengamat Soal Plus Minus Anies Baswedan Maju di Pilkada Jakarta

DPW PKS DKI Jakarta mendorong Anies Baswedan berlaga kembali di Pilkada Jakarta.